Sabtu, 15 September 2012

Sang Kholik


SUDAHKAH KITA MENGIMANI
SANG KHOLIK?

Mengimani Sang Kholik adalah hal yang wajib kita lakukan. Untuk mengimani Sang Kholik tentunya kita melakukan segala sesuatu yang di perintah dan menjahui segala larangan - Nya. Kita mengimani Sang Kholik tentunya punya dasar tersendiri atau dengan kata lain punya keyakinan. Tahukah anda apa yang membuat anda mengimaninya? Sudahkah anda berpikir, karena dasar apa anda mengimaninya? Dan mengapa anda perlu mengimaninya? Dan satu lagi, mungkin pernah terlintas di pikiran kita bahwa apakah sang kholik benar adanya dan seandanya benar adanya, lalu siapa yang menciptakannya?. Sesungguhnya mungkin dari pertanyaan tersebut pernah tersirat di benak anda. Sejujurnya saya sendiri, pernah memikirkan pertanyaan – pertanyaan seperti pertanyaan diatas. Terutama dan yang utama yaitu pertanyaan “Apakah Sang Kholik benar adanya dan siapa yang menciptakannya?” Pertanyaan pertanyaan tersebut harus dijawab karena dapat berimbas pada kesyirikan.
Sebenarnya, dulu saya juga pernah memikirkan hal tersebut hingga saya dan teman saya adu mulut dan saling bertanya! Hingga pembicaraan itu berakhir pada pertannyaan “Siapa yang menciptakan Allah?”. Pada saat melontarkan pertannyaan tersebut sepontanitas semua menjadi khening, dan guru yang mendengannya langsung berkata “Jangan membawah – bawah nama Nya, Tidak baik bertanya seperti itu!” Aku tidak tahu apakah guru itu dapat menjawab pertannyaan itu, untuk sesaat aku rasa guru itu tidak tahu jawabannya. Memang benar kita tidak boleh seperti itu, tapi harus ada yang menjawab pertanyaan itu. Dalam hal ini guru menyuruh agar aku melupakan pertannyaanku.

Maka dari pada itu saya akan menjelaskan bagaimana mengimaninya dan supaya anda dapat memperbesar keimanan anda dengan membaca artikel ini.

Tahukah anda apa yang membuat anda mengimaninya? “Saya mengimaninya karena saya percaya adanya, serta Sang Kholik ialah Wajibul Wujud yaitu wajib adanya dan Adzali yaitu Ia Ada sebelu msemuanya ada dan ketika semua berakhir dan juga karena tanda – tanda Nya, dan juga karena ialah sang pencipta. Dan semua itu telah tersurat pada pada kitab suci Al-Quran”
Sudahkah anda berpikir, karena dasar apa anda mengimaninya? Dan mengapa anda perlu mengimaninya! Karena Tanpa Sang Kholik hidup akan hancur, itu disebabkan karena tanpa adanya sang kholik tak akan ada sebuah peraturan yaitu Al – Quran itu sendiri yang menjadi dasar peraturan Islam. Tentunya ada yang membuat peraturan (Al – Quran) itu sendiri. Pasti yang terlintas dipikran kalian adalah sbb:
1.       Mungkin saja Al – Quran adalah karangan bangsa arab, karena tulisanya tulisan arab. Sesungguhnya itu tidak benar, Bahkan Sang Kholik menantang kaum Arab dalam sebuah ayat yang artinya kurang lebih “Coba di antara kalian membuat ayat yang serupa, 1 saja ayat yang serupa” Maka pada saat itu, bangsa arab memanggil semua sastrawan arab untuk membuat suatu ayat yang serupa. Setelah di coba, tak ada satupun yang dapat menayamainya. Itu di karenakan Al – Quran Adalah Tulisan Arab Murni.

2.       Yang Kedua yaitu, Mungkin saja Itu karangan Nabi Muhammad sendiri. Dulu, para yahudi pernah memfitnah Nabi, bahwasanya nabi belajar pada orang Nasrani. Sesungguhnya itu benar bahwa Nabi pernah belajar pada orang Nasrani, namun dalam ayat Al – Quran menyebutkan “Sesungguhnya Muhammad Belajar pada orang Nasrani, melainkan belajar bahasa lain bukan bahasa Arab”.

Mungkin pernah terlintas di pikiran kita bahwa apakah sang kholik benar adanya dan seandainya benar adanya, lalu siapa yang menciptakannya?.

Sesungguhnya Sang Kholik benar adanya, karena Sang Kholik Wajibul Wujud yaitu wajib adanya dan Adzali yaitu Ia ada sebelum dan sesudah segala sesuatu itu ada. Ada tiga kemungkinan yang pernah menjadi suatu pernyataan yaitu,
1.       Sang Kholik diciptakan.
2.       Sang kholik menciptaka dirinya sendiri.
3.       Wajibul Wujud dan Adzali.

Dari ketika pertannyaan tersebut manakah yang benar? Untuk menjawab pernyataan pertama.
anda harus tahu, disebut apakah ciptaan sang kholik tersebut? Jawabannya ialah Mahkluk, segala sesuatu yang diciptakan Sang Kholik ialah Mahkluk. Jadi, inti pada pernyataan pertama ialah tidak benar Sang Kholik adalah ciptaaan (diciptakan) karena sebutan ciptaan adalah Mahkluk, jikalau benar Sang Kholik adalah Mahkluk, tentunya ada yang menciptakannya kan. Jadi pernyataan pertama salah, karena kata Sang Kholik itu sendiri artinya sang pencipta, maka dari itu tidak mungkin Ia diciptakn (sebagai Mahkluk). Sedangkan pernyataan kedua ialah salah pula, karena tidak mungkin, disatu sisi Sang Kholik sebagai sang pencipta disisi lain Ia sebagai Mahkluk. Jadi peryataan ketua terbantahkan pula. Lalu pernyataan ketigalah yang benar, karena Sang Kholik ialah Wajibul Wujud dan Adzali yaitu wajib adanya dan Ia ada sebelum semuanya ada dan Ia ada setelah semuanya tiada. Sesungguhnya Sang Kholik benar adanya. Dalam Al – Quran dijelaskan bawa untuk mempercayai Ia itu ada, dengan cara memperhatikan ciptaannya yaitu segala sesuatu yang ada, mulai dari mahluk sampai alam semesta. 

Mengimani – Nya adalah hal yang wajib kita laksanakan. Kita sebagai mahkluk – nya harus tahu mengapa kita mengimani – Nya. Sehinga ketika kita tahu keimanan kita makin bertambah. Salah satu Kebesaran – Nya ialah ketika kita memikirkan tentang nya seperti dimana ia tinggal, kita tak mampu membayangkannya karena itu semua jauh dai akal pemikiran kita. Maksudnya Allah hanya memberikan kita akal yang terbatas, hanya mampu menjangkau berupa alam semesta, mahluk ciptaannya dan kehidupannya, selain dari pada itu kita tidak mampu memikirkannya, seperti malaikat dan berbau Ghoib. Itu semua atas kehendanknya. Kita hanya mampu mengimaninya dan tahu akan keberadaanya melalui Al – Quran dan para Rasul. Subhanallah….. Maha Besar Allah, Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Intinya kita hanya dapat menjangkau berupa alam semesta, mahluk ciptaannya dan kehidupannya, dalam hal ini kita sangat terbatas.
Inti dari Artikel ini yaitu:
1.  Mengimani Sang Kholik adalah hal yang wajib.
2.  Kita harus mengetahui mengapa kita harus mengimaninya.
3.  Sang kholik telah menciptakan kitab suci
Al – Quran sebagai pedoman atau aturan, serta sebagi bukti kebesaannya.
4.  Sang Kholik telah membuktikan suatu perbedaan yang sangat jauh yaitu kita tak dapat memikirkan semua hal yang bebau ghoib.
5. Kita hanya mampu menjangkau alam semesta, Mahluk- nya dan kehidupan kita, ini membuktikan keterbatasan manusia untuk memahami Zat – Nya.
6.   Ketika kita mencoba memikirkannya kita, kita akan stress. Maha besar engkau yang menciptakan segala – galanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar