SUDAHKAH KITA MENGIMANI
SANG KHOLIK?
Mengimani
Sang Kholik adalah hal yang wajib kita lakukan. Untuk mengimani Sang Kholik
tentunya kita melakukan segala sesuatu yang di perintah dan menjahui segala
larangan - Nya. Kita mengimani Sang Kholik tentunya punya dasar tersendiri atau
dengan kata lain punya keyakinan. Tahukah anda apa yang membuat anda
mengimaninya? Sudahkah anda berpikir, karena dasar apa anda mengimaninya? Dan
mengapa anda perlu mengimaninya? Dan satu lagi, mungkin pernah terlintas di
pikiran kita bahwa apakah sang kholik benar adanya dan seandanya benar adanya,
lalu siapa yang menciptakannya?. Sesungguhnya mungkin dari pertanyaan tersebut
pernah tersirat di benak anda. Sejujurnya saya sendiri, pernah memikirkan
pertanyaan – pertanyaan seperti pertanyaan diatas. Terutama dan yang utama
yaitu pertanyaan “Apakah Sang Kholik benar adanya dan siapa yang
menciptakannya?” Pertanyaan pertanyaan tersebut harus dijawab karena dapat
berimbas pada kesyirikan.
Sebenarnya,
dulu saya juga pernah memikirkan hal tersebut hingga saya dan teman saya adu
mulut dan saling bertanya! Hingga pembicaraan itu berakhir pada pertannyaan
“Siapa yang menciptakan Allah?”. Pada saat melontarkan pertannyaan tersebut
sepontanitas semua menjadi khening, dan guru yang mendengannya langsung berkata
“Jangan membawah – bawah nama Nya, Tidak baik bertanya seperti itu!” Aku tidak
tahu apakah guru itu dapat menjawab pertannyaan itu, untuk sesaat aku rasa guru
itu tidak tahu jawabannya. Memang benar kita tidak boleh seperti itu, tapi harus
ada yang menjawab pertanyaan itu. Dalam hal ini guru menyuruh agar aku
melupakan pertannyaanku.
Maka
dari pada itu saya akan menjelaskan bagaimana mengimaninya dan supaya anda
dapat memperbesar keimanan anda dengan membaca artikel ini.
Tahukah
anda apa yang membuat anda mengimaninya? “Saya mengimaninya karena saya percaya
adanya, serta Sang Kholik ialah Wajibul Wujud yaitu wajib adanya dan Adzali
yaitu Ia Ada sebelu msemuanya ada dan ketika semua berakhir dan juga karena
tanda – tanda Nya, dan juga karena ialah sang pencipta. Dan semua itu telah
tersurat pada pada kitab suci Al-Quran”
Sudahkah
anda berpikir, karena dasar apa anda mengimaninya? Dan mengapa anda perlu
mengimaninya! Karena Tanpa Sang Kholik hidup akan hancur, itu disebabkan karena
tanpa adanya sang kholik tak akan ada sebuah peraturan yaitu Al – Quran itu
sendiri yang menjadi dasar peraturan Islam. Tentunya ada yang membuat peraturan
(Al – Quran) itu sendiri. Pasti yang terlintas dipikran kalian adalah sbb:
1. Mungkin saja Al – Quran adalah
karangan bangsa arab, karena tulisanya tulisan arab. Sesungguhnya itu tidak
benar, Bahkan Sang Kholik menantang kaum Arab dalam sebuah ayat yang artinya
kurang lebih “Coba di antara kalian membuat ayat yang serupa, 1 saja ayat yang
serupa” Maka pada saat itu, bangsa arab memanggil semua sastrawan arab untuk
membuat suatu ayat yang serupa. Setelah di coba, tak ada satupun yang dapat
menayamainya. Itu di karenakan Al – Quran Adalah Tulisan Arab Murni.
2. Yang Kedua yaitu, Mungkin saja
Itu karangan Nabi Muhammad sendiri. Dulu, para yahudi pernah memfitnah Nabi,
bahwasanya nabi belajar pada orang Nasrani. Sesungguhnya itu benar bahwa Nabi
pernah belajar pada orang Nasrani, namun dalam ayat Al – Quran menyebutkan
“Sesungguhnya Muhammad Belajar pada orang Nasrani, melainkan belajar bahasa
lain bukan bahasa Arab”.
Mungkin
pernah terlintas di pikiran kita bahwa apakah sang kholik benar adanya dan
seandainya benar adanya, lalu siapa yang menciptakannya?.
Sesungguhnya
Sang Kholik benar adanya, karena Sang Kholik Wajibul Wujud yaitu wajib adanya
dan Adzali yaitu Ia ada sebelum dan sesudah segala sesuatu itu ada. Ada tiga
kemungkinan yang pernah menjadi suatu pernyataan yaitu,
1.
Sang
Kholik diciptakan.
2.
Sang
kholik menciptaka dirinya sendiri.
3.
Wajibul
Wujud dan Adzali.
Dari
ketika pertannyaan tersebut manakah yang benar? Untuk menjawab pernyataan
pertama.
anda
harus tahu, disebut apakah ciptaan sang kholik tersebut? Jawabannya ialah
Mahkluk, segala sesuatu yang diciptakan Sang Kholik ialah Mahkluk. Jadi, inti
pada pernyataan pertama ialah tidak benar Sang Kholik adalah ciptaaan
(diciptakan) karena sebutan ciptaan adalah Mahkluk, jikalau benar Sang Kholik adalah
Mahkluk, tentunya ada yang menciptakannya kan. Jadi pernyataan pertama salah,
karena kata Sang Kholik itu sendiri artinya sang pencipta, maka dari itu tidak
mungkin Ia diciptakn (sebagai Mahkluk). Sedangkan pernyataan kedua ialah salah
pula, karena tidak mungkin, disatu sisi Sang Kholik sebagai sang pencipta
disisi lain Ia sebagai Mahkluk. Jadi peryataan ketua terbantahkan pula. Lalu
pernyataan ketigalah yang benar, karena Sang Kholik ialah Wajibul Wujud dan
Adzali yaitu wajib adanya dan Ia ada sebelum semuanya ada dan Ia ada setelah
semuanya tiada. Sesungguhnya Sang Kholik benar adanya. Dalam Al – Quran
dijelaskan bawa untuk mempercayai Ia itu ada, dengan cara memperhatikan
ciptaannya yaitu segala sesuatu yang ada, mulai dari mahluk sampai alam
semesta.
Mengimani
– Nya adalah hal yang wajib kita laksanakan. Kita sebagai mahkluk – nya harus
tahu mengapa kita mengimani – Nya. Sehinga ketika kita tahu keimanan kita makin
bertambah. Salah satu Kebesaran – Nya ialah ketika kita memikirkan tentang nya
seperti dimana ia tinggal, kita tak mampu membayangkannya karena itu semua jauh
dai akal pemikiran kita. Maksudnya Allah hanya memberikan kita akal yang
terbatas, hanya mampu menjangkau berupa alam semesta, mahluk ciptaannya dan
kehidupannya, selain dari pada itu kita tidak mampu memikirkannya, seperti
malaikat dan berbau Ghoib. Itu semua atas kehendanknya. Kita hanya mampu
mengimaninya dan tahu akan keberadaanya melalui Al – Quran dan para Rasul.
Subhanallah….. Maha Besar Allah, Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Intinya
kita hanya dapat menjangkau berupa alam semesta, mahluk ciptaannya dan
kehidupannya, dalam hal ini kita sangat terbatas.
Inti dari Artikel ini yaitu:
1. Mengimani
Sang Kholik adalah hal yang wajib.
2. Kita
harus mengetahui mengapa kita harus mengimaninya.
3. Sang
kholik telah menciptakan kitab suci
Al
– Quran sebagai pedoman atau aturan, serta sebagi bukti kebesaannya.
4. Sang
Kholik telah membuktikan suatu perbedaan yang sangat jauh yaitu kita tak dapat
memikirkan semua hal yang bebau ghoib.
5. Kita
hanya mampu menjangkau alam semesta, Mahluk- nya dan kehidupan kita, ini
membuktikan keterbatasan manusia untuk memahami Zat – Nya.
6.
Ketika
kita mencoba memikirkannya kita, kita akan stress. Maha besar engkau yang
menciptakan segala – galanya.